Sosialisasi Tentang Prosedur dan Persyaratan Penerbitan Paspor Jamaah Haji Kemenag Kota Bima Tahun 2018

0
148

Kota Bima (Kemenag)Pelayanan maksimal bagi jemaah Haji menjadi target utama untuk menunjukkan kinerja pada setiap bagian pekerjaan yang dilaksanakan pada kantor Kementerian Agama Kota Bima. Pada tahun 2018 ini merupakan titik balik adanya beberapa perubahan bagi calon Jemaah haji, khususnya bagi mereka yang telah mendaftar dan mengantri sekian tahun untuk segera berangkat menunaikan Ibadah Haji. Tahun 2018 ini juga merupakan tahun terakhir bagi calon jemaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji untuk kedua kalinya, karena pada tahun berikutnya telah di tetapkan aturan baru untuk jemaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji diharuskan mengantri kembali selama 10 tahun berikutnya.

Kementerian Agama Kota Bima pada tahun ini untuk keberangkatan calon jemaah haji mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, tercatat calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini berjumlah 259 orang calon jemaah haji dari yang terdaftar 262 orang, 3 orang diantaranya meninggal dunia atas nama 1. Mariamah Binti H. Tayep, alamat panggi, 2. Ismail Bin H. Hurma alamat Rontu, dan 3. Yasin Bin Ibrahim  yang beralamat di Penanae.

Seperti pada tahun sebelumnya sosialisasi awal untuk setiap calon jamaah haji adalah tentang prosedur dan persyaratan penerbitan Paspor bagi calon jamaah haji. Bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Bima acara sosialisasi dihadiri oleh seluruh calon jemaah haji Kota Bima dan di buka langsung oleh Kepala Kemenag Kota Bima Drs. H. A. Munir. Hadir pula dari pihak pemerintah Kota Bima yang diwakili oleh H. Ahmad, S. Ag.

Drs. H. A. Munir pada sambutannya mengatakan saat ini untuk calon jemaah haji Kota Bima untuk pengurusan Paspor tidak perlu lagi harus ke Sumbawa seperti pada tahun-tahun sebelumnya, karena kita bisa langsung mengurusnya di Kota Bima, ini merupakan salah satu kemudahan yang patut kita syukuri sebagai bentuk pelayanan yang lebih baik. Ditambahkan pula satu hal yang merupakan kebanggaan terbesar kita adalah calon jemaah haji kota Bima satu-satunya di Indonesia yang menerima fasilitas gratis  berupa transportasi keberangkatan dengan pesawat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Kota Bima.

Lebih lanjut Munir berharap kepada seluruh calon jemaah haji agar kiranya selama persiapan sebelum keberangkatan untuk bisa fokus dan selalu menjaga kesehatan  menjaga perbuatan dan tindakan yang tidak perlu sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, berusahalah selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar setiap niat mulai dari persiapan hingga keberangkatan bisa diikuti dan dilalui dengan mudah. Demikian harapnya.

H. Ahmad, S. Ag selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Bima mengatakan bahwa pemerintah tetap komitmen untuk selalu menfasilitasi keberangkatan calon jemaah haji dengan menanggung transportasi pesawat. Dikatakan pula bahwa calon jemaah haji pada tahun ini mengalami peningkatan dan merupakan yang terbanyak sejak tahun 2013/2014. Ini merupakan capaian yang luar biasa dan merupakan kebanggaan bagi kita semua di Kota Bima. Terakhir Ahmad berharap kepada seluruh calon jemaah haji untuk selalu taat dan tunduk pada setiap peraturan dan prosedur pelaksanaan mulai dari persiapan pelatihan hingga selama berada di Mekkah sampe nanti kembali lagi di Kota Bima.

Kepala seksi Haji dan Umroh Drs. H. Furqan AR. Roka saat menyampaikan penjelasaannya tentang prosedur pengurusan paspor mengatakan bahwa pada Tahun ini anggaran untuk pengurusan Paspor sebesar Rp. 355.000,-/orang, Biaya ini sepenuhnya ditanggung oleh anggaran DIPA Haji Kantor Kemenag Kota Bima, dan untuk sementara dibebankan kepada masing-masing jemaah haji saat mengurus Paspor karena belum keluarnya anggaran. Inshaa Allah akan diganti kembali pada saat keberangkatan nanti. Lebih lanjut dikatakannya mulai tanggal 15 Januari ini masing-masing calon jemaah haji akan di bagi 50 orang/hari untuk mengurus paspor dikantor Imigrasi Kota Bima dan diharapkan pula bagi calon jemaah haji saat mengurus paspor agar membawa identitas asli dan fotocopy serta tertib mengikuti semua persyaratan yang telah dibagikan. Bagi calon jamaah haji yang sudah memiliki paspor tidak perlu lagi bikin ulang, asal itu masih berlaku hingga september 2019. Ditambahkan pula oleh Furqan bahwa rangkaian kegiatan manasik haji dimulai pada tanggal 4 februari 2018, dan diharapkan kepada seluruh calon jemaah haji untuk bisa tertib mengikuti semua rangkaian persiapan manasik haji. Demikian harapnya. (Ichal)

Mari Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here