Workshop Pengembangan SIMPENAIS Tingkat Kota Bima

0
243

Kota Bima (Kemenag). Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pelayanan public, Bimas Islam Kemenag Kota Bima mengadakan Workshop Sistim Informasi  Manajemen Penerangan Agama Islam (SIMPENAIS) yang merupakan aplikasi pendataan online dan  dikembangkan oleh Kementeriaan Agama RI untuk memudahkan dalam melakukan pendataan sistim penerangan agama islam di Indonesia serta data lembaga-lembaga secara online dan dapat digunakan untuk menjadi salah satu sumber  informasi agama islam.

Hadirnya Simpenais juga diharapkan lebih memudahkan komunikasi penyuluh dalam melaporkan serta mengakses berbagai data keagamaan di daerah kerja masing-masing. Dan terutama memudahkan para penyuluh dalam bekerja, serta terkontrol aktivitasnya.

Simpenais berisi aplikasi e-kinerja yang didesain untuk memudahkan akses data keagamaan berbasis teknologi informasi (IT). Selain itu, Simpenais juga bisa menjadi media komunikasi antara penyuluh. Simpenais didesain sebagai sarana monitoring akuntabilitas kinerja harian penyuluh. Sistem ini dilengkapi dengan data-data keagamaan berbasis persoalan riil di setiap wilayah yang dientri langsung oleh para penyuluh dengan menggunakan google map (citra satelit).

Workshop yang dihadiri oleh 50 orang peserta yang terdiri dari 45 orang penyuluh agama islam Non PNS dan 5 orang Kepala KUA Kecamatan se- Kota Bima ini diharapkan mampu diaplikasikan di pahami pengelolaannya dengan baik, melakukan pendataan secara menyeluruh dan terutama mampu menguasai penggunaan aplikasi dengan benar.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Bima H. Eka Iskandar Zulkarnain, M. S.i saat menyampaikan pengantarnya mengatakan pada pertemuan ini sengaja kami undang khusus dari JFU Bimas Islam Kanwil Prop. NTB Masdi, S. s untuk memberikan penjelasan lengkap tentang materi khusus yang berkaitan dengan E-PAI karena dengan harapan nanti ada tujuan yang berguna bagi para penyuluh agama Kota Bima. Orientasi kegiatan ini yaitu bagaimana semua penyuluh agama mampu memahami konsep E-PAI, sehingga nanti setiap kegiatan kita dapat termonitor langsung saat itu juga, karena sifatnya online di harapkan setiap penyuluh mempunyai alat pendukung cukup dengan penggunaan dan memiliki HP android. Lebih lanjut dikatakannya pada pertemuan ini juga selain pemateri utama tadi, juga akan di isi oleh 3 narasumber daerah yaitu Kepala Kantor Kemenag Kota Bima Drs. H.A.Munir, Kasi Bimas Islam H. Eka Iskandar Z, M. Si dan Penyuluh Agama PNS Mustafa Umar, S. ag.

Kepala Kemenag Kota Bima Drs. H. A. Munir saat membuka kegiatan tersebut sekaligus sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan dalam sambutannya kalo kita berbicara masalah penyuluh, sebenarnya andil penyuluh itu sudah ada sejak pertama kali Islam masuk di Indonesia, hanya namanya yang berbeda karena peran penyuluh sangat vital keberadaannya untuk perkembangan agama islam di Indonesia. Tugas dan peran para penyuluh saat ini menjadi sangat penting dan berat karena harus menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat, harus selalu siap mental mengahadapi gejolak yang terjadi di masyarakat, mampu mengendalikan diri dengan penyampaian yang bisa diterima dengan baik oleh setiap orang yang dihadapi. Dikatakan pula bahwa seorang penyuluh mempunyai ruang gerak tanpa batas, bisa berada dimanapun selama itu dibutuhkan. Terakhir Munir berharap kepada seluruh penyuluh untuk selalu berpegang teguh pada setiap aturan, mampu mengendalikan diri saat berada di tengah masyarakat, jangan pernah memaksakan kehendak, selalu menjaga nama baik dimanapun kita berada.

Masdi, S.s Pemateri utama dari JFU Bimas Islam Kanwil Prop. NTB saat ditemui usai memberikan materinya berharap dengan adanya pertemuan seperti ini nantinya tidak ada lagi kendala yang terjadi saat melakukan input data bagi penggunaan aplikasi Simpenais. Diharapkan Setiap penyuluh mampu melaksanakan tugas kepenyuluhan dengan maksimal, mampu melakukan peran penting saat terlibat langsung di masyarakat. Terakhir Masdi berharap dengan Aplikasi Simpenais ini kevalitan Data lebih akurat lagi kedepannya. (Ichal)

Mari Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here